Demi Sebuah Toga
2 tahun sudah aku menjalani pendidikan di Akper ini, masih kurang satu tahun untuk ku demi meraih gelar Amk, namun aku sudah merasa lelah, cape, bahkan serin aku merasa putus asa, terlebih di masa - masa praktek seperti sekarang ini. bagi seorang mahasiswa keperawatan seperti saya itu adalah masa - masa paling melelahkan , emang si banyak ilmu yang langsung bisa di peroleh dari rumah sakit tempat praktek, tapi tenaga seakan terkuras habis, ketika setiap hari harus berangkat ngeshif, dan tugas seabreg yang harus di kerjakan. terkadang sering terbesit fikiran mungkin alangkah lebih baiknya jika aku dulu tidak menajutkan kuliah, mungkin lulus SMA langsung menikah akan lebih indah,. tapi ketika ingat dengan perjuangan ibu ku, yang tak kenal lelah membanting tulang siang malam di negeri orang hanya demi aku, dan kaka - kaka ku, aku malu, ibu aja ga pernah ngeluh cape fikiran untuk memikirkan kami yang jauh disini dan capai tenaga untuk mencari nafkah untuk kehidupan kami, lantas kenapa aku yang hanya tinggal menikmati saja masih banyak mengeluh??terlebih masih banyak orang - orang di luar sana yang memiliki kercerdasan dan keinginan yang tinggi untuk bersekolah, namun kadas karena orang tua tidak memiliki biyaya. Jadi aku harus lebih banyak bersyukur lagi, mengurangi keluhan - keluhan gak penting yang sering banget aku lontarkan, karena aku harus sukses, aku harus membahagiakan ibu ku, membalas sedikit pengorbananya untuk kami, dan ini lah yang aku mampu lakukan sekarang ini, berjuang, berusaha dan berdoa untuk membuktikan bahwa aku bisa membuatnya bangga. Aku percaya lelah ku, selama ini akan terbalasakan dengan senyum bahagia ibu ku nanti ketika aku mampu meraih toga ku dengan gelar sangat memuaskan. amiiinnn..dan demi hari itu, sekarang aku masih bertahan. untuk mu ibu, untuk membalas sedikit kerja keras mu,. selanjutnya doakan aku agar mampu terus membuat mu bahagia.
No comments:
Post a Comment