Kisah Sedih Dihari Minggu
Salah satu judul lagunya mashanda itu cocok banget wat judul cerita ku kali ini, jadi begini di hari minggu yang indah dan cerah ini, tak secerah dan sindah hati ku, di hari ini aku justru merasakan begitu sedih dan berduka, seolah - olah aku lah orang paling teraniaya di dunia in (hahahahaa terlalu lebay mungkin) tapi begitulah perasaan ku saat itu, dan alasan semua kedukaan itu adalah patah hati,.mungkin kalian fikir aneh yaahhh jaman sekarang masih ada juga yang sedih - sedian , and galau berat lantaran patah hati. seperti salah seorang temen ku yang rajin memotivasi ku, dia selalu berusaha untuk menguatkan akan, namun kadan kala itu justru membuat ku kalut, lantaran saranya yaa itu, untuk mengakhiri aja hubungan ku sama pacar ku yang udah gak sehat lagi. selama pacaran 6 tahun ini hubungan ku sama pacar ku emang putus nyambung gak karuan, tetapi aku sebenarnya masih sangat sayang sama dia, cuma terkadang rasa sayang ku itu terasa lenyap begitu saja ketika dia dengan segala ego dan kesombongannya mulai menyakiti ku, entah lah,.... mungkin itu sudah menjadi sikapnya yang sukar di rubah, sebagai seseorang yang mencintainya seharusnya aku ngertiin itu, dan yaaa, selama ini aku udah berusaha buat ngertiin dia, buat bertahan dan menunggu jikalau suatu hari nanati sikap dan sifatnya bisa berubah terhadap ku, tapi alhasil semuanya nihil.
Puncaknya yaa itu, terjadi di hari minggu kemaren, aku yang sebenarnya bermaksud baik padanya, menyarankan dia untuk segera mencari pekerjaan yang tetap agar nantinya kita bisa hidup mandiri, dan melanjutkan hubungan kita ke tahap yang lebih serius lagi. Tapi ternyata masukan - masukan ku itu hanya merupakan paksaan baginya, dan dia justru mengajak ku untuk mengakhiri hubungan yang telah lama kami pertahan kan ini. Tapi sudah lah, mungkin suatu saat nanti dai akan menyadari bahwa sem ua yang aku lakukan hanyalah untuk kebaikannya saja, dan ketika dia mulai menyadari itu , mungkin aku takan lagi bersamanya, karena akan ada fasenya ketika kesabaran akan berubah menjadi bosan, kepeduliaan berubah menjadi masa bodoh, dan kesetiaan akan angkat kakai, ketika semuanya itu tak lagi di hargai.
No comments:
Post a Comment